Kajian Salaf Bogor

Berupaya memahami agama dengan benar

Menabuh Beduk Sebelum Adzan

Posted by kajianbogor pada Desember 4, 2012

Di sebagian kampung dan kota di Nusantara ini, masih memelihara kebiasaan dari nenek moyangnya dalam menabuh beduk saat hendak adzan. Perkara ini dianggap lumrah oleh sebagian orang, bahkan berusaha membelanya mati-matian bila ada yang melarangnya!!

Tapi benarkah bahwa kebiasaan itu ada contohnya? Pertanyaan seperti ini pernah dilayangkan kepada para ulama besar di Timur Tengah dengan bunyi pertanyaan berikut:

Soal“Beduk digunakan pada sebagian masjid-masjid di Negeri Philifina dan lainnya untuk memanggil manusia mengerjakan sholat, lalu dikumandangkan adzan setelah itu. Apakah perkara seperti itu (yakni, menabuh beduk sebelum adzan) adalah boleh dalam Islam?”

Para ulama dalam Lembaga Al-Lajnah Ad-Da’imah yang diketuai saat itu oleh Syaikh bin Baaz dan beranggotakan Syaikh Abdur Razzaq Afifi Al-Mishriy dan Syaikh Abdullah bin Qu’ud, secara bersama memberikan jawaban,

“Beduk dan lainnya diantara alat-alat musik, tak boleh digunakan dalam memberitahukan (memanggil) manusia ketika masuknya waktu sholat atau saat dekatnya waktu sholat. Bahkan itu adalah bid’ah (yakni, ajaran baru tak berdasar) yang diharamkan. Kewajiban kita adalah mencukupkan diri dengan adzan yang disyariatkan.

Sungguh telah nyata dari Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bahwa beliau bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَد

“Barangsiapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini sesuatu yang bukan darinya, maka ia (hal yang diada-ada itu) adalah tertolak”. [HR. Al-Bukhoriy (no. 2697) dan Muslim (no. 1718) (17)]

Sahabat Al-’Irbadh bin Sariyah -radhiyallahu anhu- berkata,

“Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah menasihati kami dengan suatu nasihat yang membuat mata bercucuran, dan hati bergetar.

Maka kami berkata, “Wahai Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasihat orang yang mau berpisah. Maka berikanlah wasiat kepada kami”.

Beliau bersabda,”Aku wasiatkan kepada kalian agar bertaqwa kepada Allah -Azza wa Jalla-, mendengar dan taat (kepada penguasa muslim, -pent.), walaupun seorang budak berkuasa atas kalian. Karena barang siapa yang hidup diantara kalian, maka ia akan melihat perselisihan yang banyak.

Pegangilah sunnahku, dan sunnahnya para khalifah yang lurus lagi terbimbing. Gigitlah sunnahku dengan gigi geraham kalian.

Waspadalah kalian terhadap perkara-perkara baru (dalam agama, -pent), karena setiap perkara baru adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat”. [HR. Abu Dawud (4607), dan At-Tirmidziy (2676). Dia (At-Tirmidziy) berkata, “Hadits hasan-shohih”]

Wabillahit taufiq wa shollallahu ala Nabiyyina Muhammdin wa aalihi wa shohbihi wa sallam”.

[Sumber Fatwa : Fataawa Al-Lajnah Ad-Da’imah li Al-Buhuts Al-Ilmiyyah wa Al-Iftaa’ (6/97-98/no. 2036) dan Majallah Al-Buhuts Al-Islamiyyah (25/66) & (74/96-97)]

Sumber : http://pesantren-alihsan.org/menabuh-beduk-sebelum-adzan.html

2 Tanggapan to “Menabuh Beduk Sebelum Adzan”

  1. Febry@UNIDA said

    Bismillah,.
    Akhi,.. izin copas yaa,.
    Jazakallahu khairan katsiro wa barokallahufiikum…

  2. tafadhol akhi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: